
MALANG, ipmapsejawabali.com – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sebuah insiden berdarah dilaporkan terjadi di wilayah Distrik Kembru pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIT, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Kronologi Pergerakan Darat Diam-diam
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, operasi ini diduga telah menunjukkan tanda-tandanya sejak Senin malam (13/4). Sejumlah aparat dilaporkan melakukan mobilisasi darat secara diam-diam melalui Distrik Magebume menuju Kembru. Warga setempat baru menyadari adanya pergerakan tersebut pada pagi hari setelah menemukan jejak sepatu di ruas jalan Gigobak–Nigilome yang berlumpur.
Seorang hamba Tuhan di Magebume memberikan kesaksian bahwa pergerakan tersebut tidak diketahui warga karena dilakukan saat masyarakat tengah beristirahat. Distrik Kembru sendiri merupakan wilayah sipil yang sebelumnya telah disepakati sebagai lokasi penampungan pengungsi dari Distrik Pogoma.
Jatuhnya Korban Sipil dan Kerusakan
Insiden yang melibatkan armada udara dan pasukan darat ini mengakibatkan dampak yang fatal. Sedikitnya sembilan hingga sepuluh orang warga dilaporkan menjadi korban jiwa, termasuk seorang anak berusia lima tahun yang mengalami luka tembak.
Berikut identitas warga yang terdata sebagai korban dalam peristiwa tersebut:
- Wundilina Kogoya (36)
- Kikunge Walia (55)
- Pelen Kogoya (65)
- Tigiagen Walia (76)
- Ekimira Kogoya (47)
- Daremet Telenggen (55)
- Inikiwewo Walia (52)
- Amer Walia (77)
Selain korban jiwa, aktivitas pengeboman dilaporkan merusak rumah-rumah warga dan menyebabkan hilangnya hewan ternak. Kondisi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran ke arah wilayah Magebume, Sinak, Mulia, hingga Bina, yang kini menyulitkan proses pendataan warga terdampak.
Respons Mahasiswa IPMAP: Seruan Diskusi Serentak
Menyikapi situasi kemanusiaan yang semakin kritis di tanah kelahiran, elemen mahasiswa Puncak Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Puncak Se-Jawa dan Bali, tengah menyiapkan diskusi serentak. Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas intelektual untuk mendesak perlindungan nyata bagi warga non-kombatan.
Mahasiswa menuntut adanya investigasi independen serta mendesak Pemerintah Daerah dan DPRK untuk segera turun langsung ke lapangan guna memastikan fakta yang terjadi. Berikut adalah seruan konsolidasi mahasiswa yang akan dilaksanakan pada sabtu, (18/4/2026) :

Brosur seruan diskusi serentak IPMAP Se-Jawa dan Bali untuk merespons tragedi Kembru, Kab. Puncak Papua
Hingga saat ini, pihak berwenang maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait detail operasi dan jumlah pasti korban di lapangan. Redaksi akan terus memperbarui informasi seiring dengan perkembangan di lokasi kejadian.
Redaksi ipmapsejawabali.com
Penulis : Neri Murib
Sumber diolah dari laporan:
https://suarapapua.com/2026/04/16/lagi-8-warga-sipil-di-kembru-dan-pogoma-tewas-tiga-anak-tertembak/
https://www.odiyaiwuu.com/sembilan-korban-tewas-di-kembru-puncak-sudah-dimakamkan



